Tampilkan postingan dengan label motivation. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label motivation. Tampilkan semua postingan

Minggu, 01 Februari 2009

The Key to Motivation

Your Real Goal
Your goal is to become a transformational leader, the kind of person tha motivates and inspires people to perform at level far beyond anything that they had previously thought possible.

Keep People In The Know
Transformational leader empower others by keeping them "in the know", by keeping them fully informed on everything that effects their jobs. People want and need to feel that they are "insiders", that they are ware of everything that is going on. There is nothing so demoralizing to a staff member than to be kept in the dark about their work and what is going on in the company.

Give Regular Feedback
One empowering behavior practiced by transformational leader is reguler feedback on performance and results. People need to know how they are doing so they can improve if performance is below standard and so that they can be proud of their successes. The more feedback you give to people, the better it is, as long as the feedback is objective and not critical.

Be Generous With Praise
Be generous with your praise and encouragement. Remember, people are the only asset that can be made to appreciate in value by giving them warmth, respect, approval and by creating a climate of postive espectations.

Create An Exciting Future
What companies and countries, and institutions need today are courageous visionary leaders who are committed to creating an exciting future for them selves and others. You have within yourself the ability to evolve and grow as a leader and to make a real difference in the world around you. And the one thing you can know for sure about yourself is that, no matter what you've accomplished up to now, there is far more that you can do.
As you practice the behaviors of effective leaders, you will grow more and more toward the realization of you full potential. It is completely up to you.

Action Excercises
Here are two things you can do immeridately to put these ideas into action in your work.

First, hold regular meetings with your staff and tell them everything that is going on. Invite their comments, questions and concerns. Make everybody feel as if he or she was an insider in the organization.

Second, continually look for opportunities to give them positive feedback, praise and encouragement. Peiple need praise and encouragement like roses need rain and sinshine. Take every opportunity to make people feel better about themselves and their work.


==============//////////==============

Taken from: Brian Tracy

Rabu, 24 Desember 2008

Sang Tuna Netra Yang Luar Biasa

Hidup adalah pembelajaran tanpa henti. Setiap hari, setiap saat, dan setiap waktu, jika kita telaah lebih jauh, selalu menjadi momen pembelajaran. Baik itu berupa halangan, rintangan, tantangan, atau berbagai kejadian apapun yang kita temui. Jika bisa disikapi dengan cara yang bijak, maka selalu ada sisi positif yang bisa kita ambil sebagai bagian proses belajar.
Maka, tak salah, jika orang mengatakan bahwa pengalaman adalah guru terbaik. Namun, semua itu harus dikembalikan kepada individu yang menjalaninya. Jika tak ada proses evaluasi dan tindakan perbaikan, pembelajaran yang didapatkan pun tak kan maksimal. Hadirnya pengalaman, baru akan bernilai jika kita bisa memaknainya dengan sudut pandang dan mindset positif.
Seperti yang saya jumpai saat saya memberikan seminar di Asian Agri Medan pada tanggal 8 Januari 2008, dengan tema "If Better is Possible, Good is Not Enough". Ketika acara, saya mendapat "pelajaran" yang sangat berharga. Sebagaimana setiap kali seminar, ada banyak orang yang antusias mengikuti seminar. Kemudian, banyak pula yang lantas ingin berfoto dan meminta tanda tangan. Namun, ada satu hal yang luar biasa saat itu. Salah satu orang yang sangat antusias tersebut ternyata adalah seorang penyandang tunanetra.
Yang menjadikannya luar biasa, orang yang bernama Roswidi itu, adalah tekadnya. Meski punya keterbatasan fisik, hal tersebut tidak menjadi halangan baginya untuk berkarya. Hebatnya, dengan kekurangan itu, ia ternyata adalah sosok yang berada di balik suksesnya acara seminar. Pria yang mengaku sebagai pendengar setia acara saya, Smart Motivation di radio Smart FM setiap Senin ini, adalah event organizer acara yang khusus menangani sound system acara. Dengan keterbatasan itu, Roswidi membuktikan pada semua orang, bahwa ia tak beda dengan orang kebanyakan.
Bicaranya yang terdengar semangat, menunjukkan betapa keterbatasan yang dimilikinya, sama sekali bukan halangan untuk sukses. Bahkan, ia mengaku sudah menjalani usaha sound system itu selama lima tahunan. Sebelumnya, ia juga pernah menjadi pemain keyboard di berbagai acara. Selain itu, ia ternyata juga menjadi pengusaha onderdil sepeda. Roswidi benar-benar menunjukkan kepada saya dan semua orang yang hadir saat itu, bahwa sukses memang hak siapa saja, "Success is my right!" Ia adalah contoh nyata orang yang bisa "melihat" dengan tekad dan hati, bahwa halangan dan tantangan, sebenarnya hanyalah bagian dari proses pembelajaran diri.
Jika menengok keadaan kita, hal ini tentu adalah sebuah hal yang sangat luar biasa. Semangat dan daya juang Roswidi patut dicontoh. Apalagi, bagi kita yang dikaruniai tubuh lengkap dan tak kurang suatu apa pun. Seharusnya, dari contoh kisah Roswidi ini, bisa menumbuhkan semangat dalam diri.
Sungguh, perjalanan saya kali ini ke kota Medan memberi pengalaman yang luar biasa. Apalagi, Roswidi sempat berkata, "Kita dapat melakukan apapun, meski tanpa kedua mata. Sebab, kita masih punya kaki, tangan, otak, dan pikiran yang bisa kita maksimalkan." Sebuah kalimat sederhana, namun mengandung arti yang sangat luar biasa. Roswidi membuktikan, bahwa dengan tindakan nyata, ia pun bisa berkarya layaknya manusia seutuhnya.
Untuk itu, seperti komitmen saya untuk menjadikan tahun ini sebagai tahun Think and Action 2008, kisah Roswidi ini seharusnya mampu memacu kita untuk berpikir dan bertindak maksimal. Jika orang yang kurang secara fisik saja (maaf: buta) mampu, bagaimana dengan kita yang sehat?
Maka, mari kita jadikan semua cobaan dan tantangan, bukan sebagai halangan. Namun, justru jadi batu loncatan menuju kesuksesan. Dengan think and action, kita buktikan diri mampu menjemput semua impian.

(sumber: Andrie Wongso)

Rabu, 17 Desember 2008

Thank My Beloved Family

My Beloved family,



I shall thank all of you who keep continuosly support me to go thru the wave of life. My beloved father & mother, without your true love and your pray you do every night, I surely would be nobody. Only your love and your pray that bring me here today. I am very proud of and lucky to have parent like you. Eventhough, you both never completed your elementary school but your deep understanding in importancy of education and your passion to support your children education is really something I admire of. Your endeavour - day & night - to collect every single sen to buy your children's school necessities alreadi inspired me to do the same thing now. You both are a kind of rare parent, especially in our village community. I deeply realise that I will never ever be able to pay back what you both gave me already. I only can pray every night to the God wishing you both healthiness and happiness in rest of your life. Amien....
My beloved wife,
I shall be gratefull to have a wife like you. Your inner beauty I found after we married is something make me fall in love more and more. How you care of me, how you care of my 2 little sons, how you care your parent and my parent, how you strugle for your own education improvement - all those things I proud of you.
My beloved little sons,
I realise you both are too young to understand my endeavour to better prepare my self for your future. You both inspire me to work hard. For you both, so many times I have leave you for work and school. Deep in my heart I miss the time when we eat together, play together, laugh together. In last 2 years I had no time, even single day for you both, I have to work and went to school every week end which should be a time for you both. I am so sorry for that.
You both never know that every night when you sleep I kiss and hug you both saying I love you both so much.
I pray to the God wishing a healthiness and long life so that I can grow you both well. Amien...